EN brief: 천만 영화 '왕사남' 옥에 티 '호랑이 CG' 수정된다…"작업 중" (culture) + 1 glossary term.
Summary
Film blockbuster sejarah Korea Selatan 'The Man Who Lives with the King' (Wang-sa-nam) saat ini sedang menjalani pengerjaan computer graphics (CG) tambahan untuk meningkatkan kualitas harimau yang muncul dalam film tersebut. Meskipun sukses besar di box office, beberapa penonton menunjukkan bahwa harimau tersebut terlihat tidak alami dibandingkan dengan nilai produksi tinggi di bagian film lainnya.
Showbox, distributor film tersebut, mengonfirmasi pada 11 Maret bahwa tim CG secara sukarela menyempurnakan adegan harimau. Tujuannya adalah agar versi yang lebih halus siap untuk rilis film di IPTV dan platform sekunder lainnya, meskipun versi bioskop tetap seperti apa adanya.
Menurut orang dalam industri, masalah CG ini berasal dari jadwal rilis yang terburu-buru. Film ini awalnya direncanakan untuk tanggal yang lebih lambat, tetapi setelah reaksi positif dari pemutaran buta (blind screening) dan potensi untuk penayangan Tahun Baru Imlek yang kuat, pemutaran perdana dimajukan, membuat tim VFX tidak memiliki cukup waktu untuk proses rendering.
Dalam judul berita, frasa 옥에 티 digunakan untuk menggambarkan CG harimau tersebut. Secara harfiah diterjemahkan sebagai 'bintik di batu giok'. Ini merujuk pada cacat kecil atau noda dalam objek/situasi yang sebenarnya sempurna atau indah.
Sutradara Jang Hang-jun sebelumnya menanggapi kritik tersebut, mencatat bahwa merender bulu hewan yang realistis membutuhkan waktu fisik yang sangat besar. Ia menjelaskan bahwa mereka kehabisan waktu untuk mencapai tingkat kesempurnaan yang diinginkan sebelum film tersebut harus tayang di bioskop.
Full story (translated & rewritten)
'The Man Who Lives with the King' telah menjadi fenomena budaya di awal tahun 2026, mendekati tonggak sejarah 12 juta penonton. Namun, 'adegan harimau' menjadi topik hangat karena alasan yang salah. Di media sosial dan forum film, penonton melabeli efek visual tersebut sebagai 'noda pada giok' (ok-e-ti), menunjukkan bahwa harimau tersebut tidak menyatu dengan latar sejarah Yeongwol.
Pada 10 Maret, jurnalis Im Su-yeon membahas situasi tersebut di saluran YouTube-nya, 'Baesanimsuyeon.' Ia mengungkapkan bahwa tim produksi memutuskan untuk memajukan tanggal rilis demi memanfaatkan musim liburan. Keputusan ini berarti tim CG harus menghentikan pekerjaan mereka lebih awal dari yang diharapkan. "Tim CG sebenarnya masih mengerjakan adegan harimau saat kita berbicara," catatnya, menyoroti bahwa pekerjaan berlanjut bahkan setelah pemutaran perdana.
Showbox mengklarifikasi bahwa meskipun CG yang diperbarui mungkin tidak segera masuk ke setiap layar bioskop, hal itu diprioritaskan untuk pasar 'Nilai Tambah'. Ini termasuk layanan VOD, IPTV, dan platform streaming internasional. Mereka ingin memastikan bahwa warisan jangka panjang film tersebut tidak ternoda oleh beberapa detik animasi yang belum selesai.
Film ini menceritakan kisah Raja Danjong yang diasingkan (diperankan oleh Park Ji-hoon) dan ikatannya dengan seorang kepala desa (diperankan oleh Yoo Hae-jin). Film ini dibuka pada 4 Februari dan telah mempertahankan posisi dominan di box office selama lebih dari sebulan. Hingga kemarin, film ini melampaui 11,8 juta penonton, menjadikannya salah satu drama sejarah paling sukses dalam beberapa tahun terakhir.
Sutradara Jang Hang-jun telah transparan tentang keterbatasan tersebut. Ia menyebutkan dalam wawancara baru-baru ini bahwa 'waktu adalah darah kehidupan CG.' Untuk membuat bulu terlihat nyata, setiap helai perlu dirender, sebuah proses yang dapat memakan waktu berbulan-bulan dengan daya komputasi 24/7. Tim melakukan yang terbaik dengan waktu yang mereka miliki, tetapi mereka sekarang menggunakan periode pasca-rilis untuk menyelesaikan apa yang mereka mulai.
Context
Pengasingan Danjong: Film ini didasarkan pada tokoh sejarah Raja Danjong, raja keenam dari Dinasti Joseon, yang diasingkan ke Yeongwol oleh pamannya.
Tonggak Box Office: Di Korea, mencapai 10 juta penonton (Cheonman) adalah standar emas untuk film 'mega-hit'.
VFX di K-Cinema: Meskipun Korea dikenal dengan VFX berkualitas tinggi (seperti dalam 'Space Sweepers'), jadwal produksi yang ketat sering kali menyebabkan periode 'lembur' bagi rumah produksi CG lokal.
oge ti
완벽한 영화였지만 주인공의 시계는 옥에 티였다.wanbyeokhan yeonghwayeotjiman juingoui sigyeneun oge tiyeotda. — Itu adalah film yang sempurna, tetapi jam tangan karakter utamanya adalah cacat kecil.
그의 연설은 훌륭했지만 마지막 실수는 옥에 티로 남았다.geuui yeonseoreun hulryunghaetjiman majimak silsuneun oge tiro namatda. — Pidatonya luar biasa, tetapi kesalahan terakhir tetap menjadi noda kecil.
Play
이 드라마는 다 좋은데 결말이 옥에 티야.
i deuramaneun da joheunde gyeolmari oge tiya.
Drama ini semuanya bagus, tapi akhirnya adalah cacat kecil.
Play
사진은 잘 나왔는데 배경에 쓰레기통이 옥에 티네.
sajineun jal nawatneunde baegyeoe sseuregitoi oge tine.
Fotonya bagus, tapi tempat sampah di latar belakang adalah sedikit noda.